Assalamu’alaikum Wr. Wb
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/I untuk menghadiri acara pernikahan kami
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. “
( Q.S. Ar-Rum : 21 )


Kediaman Mempelai Wanita
Kampung Tangah, Limau Purut, Kec. V Koto Timur, Padang Pariaman
(Belakang SDN 01 V Koto Timur)
Kediaman Mempelai Wanita
Kampung Tangah, Limau Purut, Kec. V Koto Timur, Padang Pariaman
(Belakang SDN 01 V Koto Timur)




Kediaman Mempelai Pria
Jl. Simpang 4 Sikabu Padang Baru No. 47A Korong Kampung Tangah, Sikabu, Lubuk Alung
Awal kami bertemu di kampus, jurusan dan ruang kelas yang sama. Kami tidak menemukan kesulitan untuk saling mengenal satu sama lain.
22 Februari kami memutuskan untuk saling mengenal lebih jauh dan memutuskan untuk lebih serius. Hari yang kami lalui merupakan hari yang cukup panjang dan menyenangkan. Bukan hanya sebagai dua manusia yang saling menyayangi satu sama lain namun kami bisa mengisi, memberi, tumbuh dan akhirnya kami sampai pada titik itu, tepatnya di akhir 2024 kami memutuskan untuk menikah.
Dua keluarga kami saling bersilaturahmi dan memberikan dukungan serta doa untuk kami berdua, kami bersyukur.
Keluarga kami saling mengikat perjanjian untuk kami berdua yang disebut (bertukar cincin) tapi hal ini sedikit sakral dari yang di bayangkan karena kami tidak dibolehkan untuk ikut di acara tersebut dan hanya dilakukan oleh dua keluarga besar saja.
Tepat di tanggal 19 nanti, kami akan mengikrarkan janji tersebut, janji yang hanya bukan untuk keluarga kami, namun kepada tuhan kami. Kami tidak bisa mengungkapkan betapa bersyukurnya kami bisa dipertemukan. Kami berharap bisa melangkah lebih jauh dan lebih lama lagi.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/ Ibu/ Saudara/ i berkenan hadir, untuk memberikan do’a restu kepada kedua mempelai.
Doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i di pernikahan kami menjadi hadiah terindah. Namun jika memberi merupakan tanda kasih, dengan senang hati kami menerimanya dan tentu semakin melengkapi kebahagiaan kami.