










Q.S. Ar-Rum: 21








Benar kata mereka, takdir menjadi alasan pertemuan. Perkenalan singkat, tidak saling tertarik pada awalnya yang berujung “Ada cerita apa lagi?”
Seperti pecahan kaca, kami saling merangkai menembus sekat hingga dekat. Dari tatap yang tak sengaja, tumbuhlah percakapan sederhana. Dari pertemanan hadir kenyamanan. Perlahan, rasa itu tumbuh menjadi cinta.
Jatuh cinta kali ini membuat kami merasa utuh dan tumbuh. Kami berjalan bersama melewati segala cerita. Dalam perbedaan, kami menemukan satu hal yang sama: keinginan untuk terus melangkah, bersama.
Kini kami adalah tuan dan puan dengan sisi ego dan kosong yang bertapak di atas permulaan menuju tujuan. Bersama, kami berlayar. Bukan sekadar cerita cinta, tapi janji untuk seumur hidup. Dan inilah kisah kami, yang kini berlanjut menjadi ikatan suci.


















