Undangan Pernikahan
Irene & Gilang



















“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.”
( Matius 19 : 6 )
Itu Gilang dan dia sedang
mengendarai vespa biru…
Vespa biru memang terparkir
dirumahnya kala itu, di tahun 2020.
Berawal dari keyakinan, Irene
memberanikan diri mengirim pesan
pertama kali kepada Gilang.
Keyakinannya gagal, namun
perasaannya tetap tertinggal.
Mas dan Adek, panggilan resmi kami. Belum ada status hubungan, saling mengenal dan berburu kuliner tradisional kaki lima selama 3 bulan. Percakapan kami banyak tertuang diatas motor atau sebatas menyempatkan berjalan kaki menyusuri gang-gang historis kota Solo. Romantis kami sesederhana Gilang menyatakan cinta di depan gerbang rumah Irene. Ya! Mari kita berbagi “saling” sampai seterusnya ya.
Empat tahun kami lalui dengan suka, duka, rasa kesal, pengampunan dan belajar. Bulan Desember 2024 adalah bulan yang paling berkesan untuk kami.
Kini, kami siap menyempurnakannya dalam ikatan suci pernikahan di Bulan Desember 2025. Pinta kami sederhana, Kami ingin mengarungi bahtera rumah tangga diiringi rasa syukur.




