







Kami pertama kali bertemu karena dikenalkan oleh teman kuliah. Saat itu, hubungan kami hanya sebatas teman biasa. Dua kali nongkrong bersama, berbagi cerita, tanpa pernah terlintas di pikiran bahwa suatu hari kami akan menjadi pasangan hidup.
Setelah beberapa tahun lost contact, Anggi tiba-tiba mengomentari story Instagram. Dari sekadar basa-basi menanyakan kabar, obrolan pun berlanjut semakin intens. Tanpa disadari, rasa yang dulu tak pernah ada mulai tumbuh perlahan.
Dengan niat yang tulus, Anggi datang ke rumah untuk bertemu Bapak dan menyampaikan keseriusannya. Di tahun ini, langkah kami menuju masa depan pun dimulai dengan sebuah lamaran penuh harapan.
Akhirnya, dengan penuh cinta dan keyakinan, kami memutuskan untuk mengikat janji suci pernikahan. Sebuah awal baru untuk perjalanan hidup kami bersama.









