Tidak ada yang benar-benar kebetulan dalam pertemuan. Semua sudah tertulis rapi oleh takdir-Nya.
Kami pernah berada di tempat yang sama, sebagai teman satu sekolah dasar. Waktu berlalu, kami tumbuh dengan jalan hidup masing-masing, tanpa pernah menyangka akan dipertemukan kembali dengan cara yang indah.
Perjalanan kami dimulai kembali pada Juli 2024, melalui sebuah pesan sederhana di DM Instagram. Percakapan singkat yang berlanjut hingga Agustus 2024, saat Hendy mengajak untuk berteman lebih dekat melalui WhatsApp. Namun saat itu, komunikasi kami belum panjang—hanya sebentar, lalu kembali terhenti oleh waktu.
Hingga akhirnya, takdir kembali mempertemukan kami di April 2025. Sebuah komentar ringan di Instagram story menjadi awal cerita baru. Dari ajakan bermain game bersama, kami mulai lebih sering berkomunikasi, berbagi cerita, dan menghabiskan waktu bersama, hingga perlahan tumbuh rasa nyaman di antara kami.
Tepat pada 18 April 2025, kami memutuskan untuk melangkah ke hubungan yang lebih dekat. Bukan sekadar karena perasaan, tetapi karena keyakinan bahwa kami ingin menjalani hubungan yang diridhai oleh Allah.
Seiring berjalannya waktu, keyakinan itu semakin kuat. Hingga pada 2 Juni 2025, keluarga Hendy datang bersilaturahmi ke rumah, membawa niat baik untuk melamar dan mengajak ke jenjang yang lebih serius.
Dan akhirnya, pada 23 Juni 2025, kami mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan.
Dari teman masa kecil yang tak saling menyadari, hingga dipertemukan kembali oleh waktu, kami percaya—bahwa cinta terbaik adalah yang datang di waktu yang tepat, dengan cara yang indah, dan atas izin Allah.
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:
Ucapan Selamat & Do'a