Di sekolah kita dipertemukan, satu ekstrakurikuler jadi awal cerita.
Tawa sederhana, kebersamaan kecil—meninggalkan jejak yang diam-diam tersimpan.
Namun waktu memisahkan, dan kita pun hilang kontak, membawa kisah masing-masing.
Lima tahun kemudian, semesta kembali mempertemukan kita.
Dari sapaan singkat, tumbuh perasaan yang lebih dewasa.
Meski jarak memisahkan, kita memilih bertahan—tiga tahun LDR jadi saksi kesetiaan.
Kini, perjalanan itu sampai di tujuan terindah.
Setelah ujian jarak dan waktu, kita memilih menyatukan langkah.
Bukan lagi dua cerita yang terpisah, melainkan satu janji sehidup semati.
