The Bride & The Groom
Kayuhan Sepeda
dan
Takdir yang Menunggu
Bab 1:
Bayang-Bayang di Balik Kemudi
2013
Semua bermula dari pandangan pertama yang sederhana. Dia adalah seorang laki-laki di bangku Madrasah ibtidaiyah yang mencuri perhatian seorang anak gadis kecil berbeda sekolah dengannya.
2015
Pandangan kedua yang penuh sinis ketika mengayuh sepeda dengan penat sepulang sekolah melihat seorang anak laki-laki nongkrong di warung dari dia gadis kecil yg ternyata memiliki rasa ketika sekolah dasar dengan anak laki-laki berbeda sekolah, berhasil mencuri perhatian seorang anak laki-laki berbeda sekolah dengannya ketika SMP lagi...
2016
Meski seragam mereka berbeda warna dan sekolah mereka tak sejalan, si cowok selalu punya misi setiap pergi dan pulang sekolah. Di atas sepedanya, ia setia mengayuh perlahan, menjaga jarak hanya beberapa meter di belakang si cewek. Bukan untuk mendahului, melainkan untuk memastikan gadis itu sampai ke tujuannya dengan aman. Ada rasa penasaran yang polos: “Di mana sebenarnya ia tinggal?”
Bab 2:
Jarak yang Memisahkan (2016)
Namun, sebelum semua rasa penasaran itu terjawab sepenuhnya, takdir memberikan jeda. Si cewek harus pindah ke kota besar di provinsi yang berbeda. Kota kecil itu pun terasa sepi bagi si cowok. Roda sepedanya tak lagi punya alasan untuk berputar pelan di rute yang sama.
Tahun-tahun berlalu. Kabar hilang, namun ingatan tentang sosok yang selalu diikuti dari belakang itu tak pernah benar-benar pudar.
Bab 3:
Pertemuan Tak Terduga (2020)
Tahun 2020 menjadi saksi bahwa dunia ternyata cukup sempit bagi dua hati yang memang ditakdirkan bersama. Setelah lulus SMA, si cowok memutuskan untuk merantau ke kota besar tersebut tanpa mengetahui bahwa ia akan bertemu kembali dengan "tujuan" lamanya.
Pertemuan di tahun itu bukan lagi tentang anak kecil yang bersepeda di belakang. Kali ini, si cowok berdiri sejajar. Ia tahu, kesempatan kedua jarang datang dua kali. Dengan keberanian yang dikumpulkan bertahun-tahun, ia tidak membiarkan si cewek lepas lagi. Ia berjuang mendapatkan hati yang selama ini hanya bisa ia pandangi dari kejauhan.
Bab 4:
Akhir yang Menjadi Awal Baru
Perjalanan ini tidak instan. Ada lima tahun penuh kedewasaan, pengenalan, dan komitmen yang mereka bangun bersama sejak pertemuan itu. Dari pengagum rahasia di atas sepeda, menjadi pendamping hidup yang nyata.
Kini, dengan restu dari kedua orang tua dan kehangatan keluarga besar, perjalanan panjang itu bermuara pada satu janji suci. Langkah mereka kini tidak lagi berbeda arah; mereka berjalan berdampingan menuju jenjang yang lebih serius.
2026
"Dulu aku mengikuti jejakmu dari belakang, kini izinkan aku menggandeng tanganmu untuk berjalan di sampingku selamanya." (2026)
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:
Konfirmasi Kehadiran
& Ucapan Selamat
Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kami
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Kami yang berbahagia,