Assalamu’alaikum Wr. Wb
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/I untuk menghadiri acara pernikahan kami
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. “
( Q.S. Ar-Rum : 21 )



Kediaman Mempelai Wanita
Dsn. Tanjung Batu Itam,
Kecamatan Simpang Pesak
Kediaman Mempelai Pria
Dsn. Limbongan 1, Desa Limbongan,
Kecamatan Gantung



Pertama kali kami bertemu itu di SD, sama-sama jadi pembina Pramuka. Awalnya cuma saling sapa biasa, tapi entah kenapa ada suasana yang beda—kayak energi yang langsung nyambung.
Pas kegiatan dimulai, kami kerja bareng ngatur anak-anak, dan di antara ributnya suara tepuk Pramuka dan simpul yang berantakan, ada momen-momen kecil yang bikin kami saling melirik dan senyum.
Sederhana sih… tapi justru dari momen itulah aku sadar: kadang orang yang paling berarti datang tanpa direncanakan—bahkan lewat lapangan SD, hasduk, dan tongkat Pramuka.
Sejak hari itu, aku tahu pertemuan itu bukan kebetulan, tapi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/ Ibu/ Saudara/ i berkenan hadir, untuk memberikan do’a restu kepada kedua mempelai.
Doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i di pernikahan kami menjadi hadiah terindah. Namun jika memberi merupakan tanda kasih, dengan senang hati kami menerimanya dan tentu semakin melengkapi kebahagiaan kami.