Di tengah riuh acara mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung, semesta mempertemukan dua orang asing yang tak mengetahui bahwa suatu hari mereka akan saling menua. Kita berada di satu kampus, satu jurusan, namun kelas yang berbeda cukup dekat untuk berpapasan, cukup jauh untuk tak saling mengenal.
Sore itu, ketika acara usai dan semua orang bersiap pulang, kau berdiri di hadapanku dan meminta foto. Tak ada percakapan panjang, tak ada janji, hanya satu gambar yang kini menjadi saksi bisu perjalanan panjang kita. Waktu itu aku belum mengerti, bahwa hal-hal besar sering kali dimulai dari momen kecil yang nyaris terlupakan.